b9XScSiP5uprs4OZDaq3ViZP3v7bKOTFGF0XWHYM
Bookmark

Gejala Deviasi Septum yang Sering Tidak Disadari

Gejala Deviasi Septum yang Sering Tidak Disadari

Deviasi septum adalah kondisi ketika dinding tipis yang membatasi kedua lubang hidung tidak berada tepat di tengah. Kondisi ini bisa menimbulkan gangguan, misalnya sulit bernapas melalui hidung. Namun, seringkali gejala ini tidak disadari.

Dinding pembatas hidung (septum) terdiri dari tulang rawan dan tulang keras. Pada orang yang mengalami deviasi septum, bagian tulang rawan dari septum membengkok atau miring. Selain itu, lubang hidung juga bisa terlihat tidak sama besar. Sepintas, deviasi septum tidak tampak mengganggu. Namun, ada sejumlah gangguan yang mungkin ditimbulkannya.

Penyebab dan Gejala Deviasi Septum

Sebagian orang sudah mengalami deviasi septum sejak lahir. Hal ini dapat terjadi karena kelainan perkembangan janin saat di dalam rahim. Selain itu, deviasi septum juga bisa terjadi karena kecelakaan atau cedera pada bagian hidung.

Uniknya, tidak semua orang menyadari bahwa dirinya mengalami hal ini. Namun, orang dengan deviasi septum biasanya akan merasakan beberapa gejala. Berikut ini adalah beberapa gejala deviasi septum yang perlu Anda kenali:

1. Selalu tidur menghadap satu sisi

Kondisi lubang hidung yang sempit sebelah bisa membuat Anda cenderung memilih tidur menghadap di sisi tertentu. Umumnya hal ini dilakukan agar bisa bernapas lebih leluasa saat tidur dengan menggunakan lubang hidung yang lebih lebar.

2. Bersuara saat tidur

Deviasi septum dapat menyebabkan penderita mengeluarkan suara ketika tidur, seperti mendengkur. Kondisi ini tidak hanya dialami pada penderita deviasi septum dewasa, tetapi juga bayi dan anak-anak.

3. Hidung tersumbat

Penderita deviasi septum acap kali mengalami keluhan hidung tersumbat. Lubang hidung yang tersumbat ini bisa salah satu atau keduanya. Hal ini dapat membuat kesulitan bernapas melalui hidung, terutama ketika sedang mengalami pilek atau rhinitis.

4. Mimisan

Pada penderita deviasi septum, hidung akan rentan menjadi kering, sehingga dapat meningkatkan risiko mimisan.

5. Nyeri pada wajah

Kondisi deviasi septum hidung yang parah bisa menyebabkan tekanan pada dinding hidung bagian dalam. Hal ini mungkin saja menyebabkan sakit kepala atau nyeri pada wajah yang terjadi pada satu sisi.

Penanganan Deviasi Septum

Sebagian besar kasus deviasi septum tidak memerlukan perawatan. Namun jika sampai menimbulkan gejala, ada 2 jenis penanganan yang bisa dilakukan, yaitu melalui obat-obatan atau tindakan operasi.

Obat-obatan

Dokter bisa meresepkan obat-obatan untuk membantu meredakan gejala deviasi septum. Beberapa jenis obat-obatan yang diresepkan dokter adalah:

  1. Dekongestan, untuk membantu mengurangi pembengkakan
  2. Antihistamin, untuk dapat mengurangi reaksi alergi
  3. Obat semprot hidung kortikosteroid, untuk mengurangi pembengkakan dan hidung meler
  4. Operasi

Jika gejala-gejala akibat deviasi septum tidak membaik, dapat dipertimbangkan untuk dilakukan operasi septoplasty. Operasi ini dilakukan untuk menguatkan tulang hidung dan memperbaiki aliran udara yang masuk. Dalam kasus tertentu, perbaikan deviasi septum juga bisa dilakukan bersamaan dengan pengubahan bentuk hidung atau rhinoplasty.

Deviasi septum seringkali ada tanpa disadari. Jika ada pun, gejala yang dialami biasanya tidak membuat seseorang berkonsultasi ke dokter. Namun, deviasi septum yang sudah terjadi dalam waktu lama bisa menyebabkan gejala yang cukup mengganggu dan bahkan komplikasi, seperti gangguan tidur.

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami gejala yang mengarah ke deviasi septum, terutama jika baru dirasakan setelah mengalami cedera pada hidung, segera periksakan kondisi Anda ke dokter untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan yang tepat.


alodokter/dr. Meva Nareza

Posting Komentar

Posting Komentar