b9XScSiP5uprs4OZDaq3ViZP3v7bKOTFGF0XWHYM
Bookmark

Arti Tangisan Bayi



 Arti Tangisan Bayi

Menangis adalah bahasa bayi,” begitulah kira-kira deskripsinya. Sebagai caranya berkomunikasi, tangisan adalah bahasa si Kecil untuk menyampaikan apa yang dirasakannya dan apa yang diinginkannya.
Melihat si Kecil tak berhenti menangis tentu memilukan, benar Bu? Tak jarang ibu menjadi panik karena tangisan si Kecil. Tenanglah Bu, carilah dahulu penyebab utama si Kecil menangis. Kemudian, tenangkan diri Ibu terlebih dulu sebelum menenangkan si Kecil. Si Kecil memiliki ikatan batin yang kuat dengan orang tuanya. Jadi, jika ibu bisa lebih rileks maka si Kecil pun akan mengikuti. Sebenarnya apa yang ingin dikatakan si Kecil dengan menangis, ya? Berikut ini adalah ”terjemahan” dari ”bahasa tangisan” si Kecil. Simak baik-baik ya, Bu!

•Saya lapar
Perhatikan Bu, jika si Kecil mulai merengek dan mengeluarkan suara seperti “neh” atau “nah” ini berarti si Kecil sedang lapar. Suara ini memiliki banyak tingkatan, dan akan semakin kencang suaranya jika ibu tidak segera memberinya makan. Tapi ingat ya Bu,  jangan memberi si kecil makan dalam jumlah yang banyak. Karena perutnya yang kecil hanya bisa menampung makanan dalam jumlah yang kecil.

Saya ingin "ngempeng"
Ibu bila si kecil menghisap tangannya itu adalah sesuatu reflex yang alami. Bagi kebanyakan bayi, itu merupakan kegiatan menghibur dan menenangkan.
•Saya lelah
Bila si kecil sudah lelah menangis maka ia akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan yang hangat dari tangan Ibu atau Ayah cukup menenangkan si kecil dan bisa membuatnya tidur. Biasanya bayi baru lahir akan sering tidur hingga 16 jam sehari atau bahkan lebih.

•Popok saya basah

Bayi juga akan menangis kalau popoknya basah. Bila hal ini terjadi, periksa popok bayi dan pastikan apakah popoknya kering dan bersih atau basah. Bila popoknya sudah penuh dan basah segera ganti dengan popok yang baru.
•   
Saya tidak nyaman

Jika si Kecil mengeluarkan suara seperti “heh” dan suara itu kerap berkelanjutan, mungkin saja si Kecil merasa tidak nyaman. Penyebabnya bisa bermacam-macam, ia bisa merasa kepanasan karena bajunya berkeringat, atau merasa kedinginan. Bahkan, si Kecil bisa menangis menjerit-jerit jika ia berada pada lingkungan baru yang membuatnya tidak nyaman.

Nah, Ibu mulai sekarang jangan panik lagi ya dengan tangisan si Kecil. Perhatikan baik-baik, jangan-jangan ia hanya sedang ingin mengajak Ibu bermain.


sumber : yahoo
Posting Komentar

Posting Komentar